Latest Post

aktivis HMI Jember melepas masa lajang

Written By Unknown on Rabu, 16 Oktober 2013 | 05.45

Pernikahan Ruly Aktivis HMI Jember 

kawan pada tanggal 13 oktober 2013 salah satu aktivis terkemuka di internal HMI ataupun Organisasi esktra mahasiswa non HMI Ruly Efendi resmi melepas masa lajangnya dengan meminang istrinya Navira di Kota Banyuwangi. Akad nikah yang dilakukan di minggu pagi jam 08.00 wib berlangsung secara kidmat, akad nikah yang juga di hadiri oleh beberapa aktivis KOHATI jember Ayu.
Menurut Ruly ketika di temui setelah melangsungkan akad nikah mengatakan bahwa kehidupan dalam dunia aktivis mahasiswa tidak akan pernah di lupakan ataupun ditinggalakan walupun sekarang sudah menyandang predikat suami. Pada pada hari minggu tanggal 20 oktober 2013 akan di langsungkan resepsi pernikahan di kediaman ruly. Pada kesempatan resepsi tersebut di harapkan akan terjadi nostalgia dikalangan aktivis jember. Acara resepsi tersebut akan di hadiri oleh demisioner GMNI Doni, ketua LMND Jember saudara puput, ketua GMNI Kawan Kunto, ketua cabang HMI Jamal, ketua PMII Sahabat Zein, Demisioner ketua IMM Ulal dan masih banyak yang akan menghadiri acara resepsi tersebut.
semoga.

Semoga menjadi keluarga yang berbahagia sakinak, mawaddah, warohmah serta mendapatkan putra dan putrid yang berbakti pada orang tua serta akan berguna bagi bangsa Indonesia, amien ya rob.   

Rumah Ketua Pilkades, Dikirimi Bom Sebesar Batang Pohon Kelapa

Written By Unknown on Kamis, 20 Juni 2013 | 06.05

Cerita dari Mumbulsari- Kawan, sejumlah warga dusun Tempuran Desa Kawangrejo Mumbulsari, pagi hari ini digegerkan dengan temuan Bom rakitan, dirumah ketua paniti Pilkades, Rosidi. Bom setinggi 45 cm dengan diameter 18 cm itu, ditemukan pertama kali oleh istri Rosidi, yang bernama Barokah.

Sekitar pukul 7 pagi dua hari yang lalu kawan, Barokah baru pulang mengantarkan kedua anaknya, yang masih sekolah di bangku SMP dan SD. Awalnya, Barokah yang melihat bom sebesar batang pohon kelapa itu, mengira bibit rambutan pesanan suaminya. Namun betapa kagetnya Barokah kawan, di barang yang diduga bibit rambutan itu, ternyata terdapat sumbu dan korek di ujungnya.

Melihat hal tersebut, Barokah akhirnya memberi tahu suaminya, yang saat itu masih tidur. Suami Barokah pun akhirnya, mengabarkan temuannya ke adiknya, yang kemudian langsung dilaporkan ke pihak Mapolsek Mumbulsari.

Menurut Rosidi, beberapa hari belakangan ini dirinya sering mendapatkan teror sms dari nomer yang tidak dikenalnya. Apalagi kawan, sms tersebut sering diterimanya, pasca pilkades yang dia laksanakan, beberapa waktu lalu. "Saya sering dapat sms ancaman. Bahkan waktu itu, smsnya berbungi 'jangan enak-enak tidur kamu' dengan berbahasa madura," ceritanya kawan.

Saat ini kawan, pihak Polres Jember hanya mampu melakukan sterilisasi ditempat kejadian perkara. Namun, beberapa waktu berikutnya, tim Jihandak Brimob tiba di TKP dari Bondowoso, datang menjinakan Bom tersebut kawan. Begitu kawan, cerita tentang Bom di rumah ketua Pilkades Kawangrejo. (Ruv)

Reporter : Ruvi Bela Negara

Demo Penolakan Kenaikan BBM Berakhir Ricuh

Written By Unknown on Selasa, 18 Juni 2013 | 05.38


Cerita dari Jember- Kawan, aksi penolakan kenaikan harga BBM, kembali digelar sejumlah aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember, Senin kemarin (17/6) berakhir ricuh. Sempat terjadi aksi saling pukul kawan, anatara aktivis mahasiswa itu, dengan sejumlah petugas kepolisian, yang melakukan penjagaan.

Awalnya kawan, sekitar pukul 10.00 wib, puluhan aktivis GMNI yang tiba di bundaran DPRD Jember, menggelar orasi penolakan kenaikan BBM, secara bergantian. Dalam orasinya kawan, mereka menolak dengan tegas, sikap pemerintah yang hendak menaikan harga BBM.

Bagi demonstran kawan, sikap tersebut dianggap kebijakan yang tidak tepat. sebab katanya, pemerintah seharusnya berani melakukan nasionalisasi aset Negara, yang sejatinya sebagai sumber penghasil minyak. “Kita bisa hidp mandiri, jika aset penghasilminya milik negara, bisa kita rampas dari tangan asing,” ungkap Ridho saat melakukan orasi.

Bukan hanya orasi saja yang mereka lakukan kawan. Aktivis mahasiswa yang berlandaskan ajaran marhaenisme itu, sempat membakar tikus diatas api, dari ban bekas yang mereka baker. Sesekali terdengar, mereka menyebut negara ini telah menjadi 'Republik tikus'.

Aksi puluhan mahasiswa itu, berlanjut dengan pemasangan baliho raksasa, bertuliskan "BBM Naik : Revolusi !!!!...", tepat diatas air mancur bundaran DPRD Jember. Namun karena kesulitan memasang baliho berukuran 3X5 meter itu kawan, akhirnya mereka memasang baliho tersebut diatas papan nama DPRD.

Puluhan aktivis mahasiswa itu pun kawan, tampak terlihat tidak pernah kehabisan variant aksinya. Bahkan, tidak lama dari pemasangan baliho tersebut, terlihat sedikitnya delapan demonstran, melakukan pelemparan telur kearah gedung dewan. Alhasil, mobil dinas sejumlah pejabat pun, yang terparkir tepat didepan pintu masuk gedung dewan itu, terkena lemparan telur.

Bahkan menariknya kawan, mobil bernomer polisi P 1701 BS, yang diduga mobil pribadi Bupati MZA Djalal, dan mobil dinas wakil bupati Kusen Andalas, juga terkena lemparan delapan butir telur itu.
Seolah tidak puas dengan aksi lempar telur, yang mereka lakukan dari luar gedung dewan itu. Akhirnya, puluhan aktivis organisasi yang berdiri sejak tahun 1954 itu, merangsek masuk kedalam gedung dewan.

Bekas tempat parkir, kedua mobil milik Bupati Jember dan wakilnya, yang sebelumnya terkena lemparan telur itu kawan, dijadikan mereka tempat menyuarakan aksinya. Bahkan sebagian dari mereka, melakukan aksi treatrikal, dengan melepaskan seekor tikus, yang sebelumnya mereka kurung didalam sangkar.

Saat sejumlah aktivis mulai mengejar tikus, dengan melemparinya dengan telur dan tepung. Tidak mereka duga kawan, lemparan telurnya itu mengenai beberapa polisi, yang sedang mengawal aksi mereka. Karena merasa diserang demonstran, akhir sejumlah polisi itu pun, menghentikan aksi lempar telur dan tepung tersebut.

Sejumlah demonstran yang tampak begitu menghayati, perannya pada aksi tratrikl tersebut kawan, tidak menghiraukan permintan polisi itu. Akhirnya secara paksa kawan, petugas kepolisian yang melakukan pagar betis itu, menyerang sejumlah demonstran dengan tendangan dan bogem mentah, yang diarahkan ke wajah dan tubuh demonstran.

Karena merasa diserang, sejumlah aktivis GMNI itu pun memberikan perlawanan, dengan melawan pukulan sejumlah petugas kepolisian itu. “Kami diserang duluan, ya kami lawan saja. Bahkan salah satu polisi itu, menyebut kami PKI,” ujar Ridho.

Aksi saling pukul itu berjalan cukup lama kawan, sebab keduanya tidak bisa saling menenangkan kelompoknya. Namun, saat sekretaris GMNI Jember, Wibi, mengambil alih komando aksi, akhirnya sejumlah aktivis GMNI mulai tenang.

Dengan memegang pengeras suara, Wibi dan sejumlah aktivis GMNI lainnya, meminta anggota DPRD Jember, menemui sejumlah demonstran, untuk menandatangani pernyataan sikap penolakan kenaikan BBM itu. Namun, hanya ada sebagian anggota DPRD saja, yang bersedia menandatangani pernyatan sikap tersebut. (Ulal)

Reporter : Ulal Asmaul Khusna
Editor     : Ruvi Bela Negara

Buruh Kebun Tewas Saat Mencangkul


Cerita dari Jember- Kawan, seorang buruh kebun tembakau milik PTPN 10 Kertosari, Senin kemarin (17/6), ditemukan tewas ditempat kerjanya, yang ada di kebun Dusun Bindung, Pecoro Rambipuji. Korban yang bernama Safi'i, meninggal saat mencangkul kebun tembakau itu.

Seperti hari biasanya kawan, sejumlah buruh kebun tembakau melakukan pekerjaannya. Pria yang diperkirakan berusia 50 tahun, bernama safi'i mencangkul, bagian tengah kebun tersebut. Namun sekitar pukul 15.30 wib, dia ditemukan tertelungkuk tak bernyawa, sambil memegang cangkulnya.

Menurut mandor kebun tembakau itu kawan, korban awal di temukan oleh rekan kerjanya yang bernama pak Mut. Melihat korban kaku tak bernyawa kawan, pak Mut tidak berani memegang tubuh korban, namun dia hanya memanggil rekan kerja lainnya, yang tidak jauh dari posisi korban. Bahkan, dia juga memanggil anak korban, yang juga kerja di kebun itu. "Yang pertama menemukan korban pak Mut," tutur Rofik.

Anak korban yang bernama Rifak'i, mengaku sempat memijat korban dan melumuri korban, dengan minyak kayu putih kawan. Namun pertolongan Rifak,i itu, tidak mampu menyelamatkan ayahnya itu.

Rifak'i juga mengungkapkan, ayahnya yang berangkat kerja bersamanya itu, tidak mengeluh sakit padanya. "Bapak saya tidak mengeluh sakit apa pun. Dia sehat kok, berangkat ke kebun saja saya bonceng," ujarnya.

korban yang sudah tak bernyawa itu kawan, akhirnya dibawa pihak kebun bersama anak korban, ke puskesmas Rambipuji untuk dilakukan Outopsi. Karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, korban pun akhirnya pun langsung dibawah kerumah duka, yang ada di Dusun Gumuksari, Desa Curahmalang, Rambipuji. (Ruv)

Reporter : Ruvi Bela Negara

Tolak Kenaikan BBM Dengan Aksi Patung

Written By Unknown on Minggu, 16 Juni 2013 | 07.30

Cerita dari Jember- Kawan, ada lima aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember, sejak siang hari ini, menggelar aksi patung di bundaran DPRD Jember. Aksi diam diri  itu rencananya akan digelar nonstop hingga besok kawan. Aksi tersebut mereka gelar sebagai bentuk penolakan rencana kenaikan BBM oleh pemerintah.

Dengan mewarnai sekujur tubuhnya menggunakan cat putih, aktivis itu berdiri di sekitar bundaran DPRD Jember. Tidak seperti aksi biasanya kawan, aktivis itu hanya berdiam sambil memegang poster, yang bertuliskan tuntutan menolak kenaikan BBM.

Disetiap sudut bundaran yang tampak indah dengan air mancurnya itu kawan, sengaja dipasang sejumlah jurigen bekas BBM, yang didalamnya berisi  tikus. Kata seorang demonstran kawan, yang bernama Kunto Wibisono, tikus didalam jurigen itu menggambarkan bahwa BBM untuk rakyat, telah dirampas oleh para koruptor penghianat bangsa. "BBM kita sudah diminum para tikus itu," teriak aktivis, yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Sastra Unej itu kawan.

Selain berpatung diri, sejumlah aktivis GMNI lainnya memberikan suport pada rekannya, dengan menaminya diluar barisan. Bahkan kawan, sebagian dari mereka terlihat ikut menyebarkan pernyataan sikap, yang mereka sebarkan kepengguna jalan.

Pada surat pernyataan sikapnya itu kawan, GMNI Jember secara organisatoris, mengundang masyarakat Jember untuk bersama meramaikan jalanan dan menyerukan secara serentak mengyatakan "Tolak Kenaikan BBM dan BLSM, dan Segera Nasionalisasi Aset Bangsa".

Menurut Ridho Agastya Triwikrama, salah seorang pelaku aksi patung dan sekaligus koordinator aksi itu kawan, sempat terungkap, jika apa yang mereka lakukan itu, sebagai cerminan tidak berdayaan masyarakat atas kebijakan pemerintahnya. "Rakyat hanya bisa berdiam seperti patung. Pemerintah bersikap seperti penguasa, yang tidak peduli lagi sama rakyatnya," ujarnya.

Ridho menegaskan kawan, kebijakan menaikan BBM dengan dalih menyelamatkan perekonomian bangsa, hanya sebagai alasan yang tidak realistis. Sebab katanya kawan, fakta yang terjadi dari dampak kenaikan BBM itu, akan membuat Rakyat Miskin akan menjadi miskin.

Bukan hanya rencana menaikan BBM saja, yang mereka kritik kawan. Rencana pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), juga tidak luput dari perhatian keempatnya. Sebab katanya kawan, BLSM yang dikemas sebagai kompensasi rakyat miskin, mereka tuding hanyalah sebagai pemanis, yang tidak mendidik rakyat. "BLSM hanyalah kedok saja," ucap Ridho.

Sementara itu, aksi yang dimulai sejak pukul 11.00 wib hari ini, akan mereka gelar hingga sejumlah rekan aktivis GMNI lainnya, menjemput untuk menggelar aksi yang lebih besar. Bahkan kata Ridho kawan, kelimanya tidak akan turun dari bundaran DPRD itu, meski mereka tanpa makan dan tak menggunakan baju. "Dingin tanpa baju, tak berarti apa pun bagi kami. Rakyat akan lebih sengsara, jika BBM jadi dinaikan," ungkap Ridho. Begitu kawan, cerita tentang demo penolakan BBM dari aktivis GMNI. (Ruv)

Reporter : Ruvi Bela Negara

IMM Gelar Sarasehan 4 Pilar

Cerita dari Jember- Kawan, hari ini di
hall room hotel Royal Jember, IMM Korkom UMJ bersama MPR RI, menyelenggarakan Sarasehan Nasional Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Hadir dalam acara tersebut, wakil MPR RI, Drs. HM Hajriyanto Y. Thohari. M.A.

Pada pemaparannya kawan, Hajriyanto mengupas tentang kepancasilaan, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, sampai pada pembahasan tentang Bhineka Tunggal Ika. Bukan hanya itu kawan, dalam pembahasannya, Hajriyanto juga banyak membandingkan tentang kehidupan warga negara Indonesia dengan negara lain.

Menurut Hajriyanto kawan, meski negara memiliki 4 pilar yang kokoh, namun bukan berarti tidak akan pecah-belah. Sebab secara prinsip, perpecahan akan terjadi jika pilar yang telah dimiliki bangsa, dibiarkan tanpa ada penjagaan oleh warganya sendiri. Oleh karenanya, dia mengajak anak bangsa untuk selalu mengkawal 4 pilar yang dimiliki bangsa ini.

Ironisnya kawan, Hajriyanto sempat menyampaikan, jika perusak pilar tersebut sebenarnya penyelenggara negara tersebut. Hal itu dia contohkan pada budaya korupsi, yang banyak dilakukan pejabat negara. "Yang merusak pilar tersebut,  sering dilakukan penyelenggara negara. Namun, rakyat juga meniru kebiasaan buruk itu," ujarnya, sambil tersenyum dihadapan puluhan audiens.

Ahmad Rubai salah seorang anggota Komisi 8 DPR RI, yang juga pemateri menjelaskan tentang falsafah pemersatu negara, yaitu Pancasila. Dia menegaskan, kekuatan kesatuan bernegara, harus memiliki prinsip lima sila yang termaktub pada butir Pancasila.

Bukan hanya Hajriyanto dan Ahmad Rubai saja, yang berkesempatan menjadi pemateri pada hari ini kawan, dosen fakultas Hukum UMJ, Djoko Purwanto, SH, M.Hum menyinggung tentang supermasi MPR yang beralih pada supermasi konstitusi. Bahkan sejak tahun 1999, ada degradasi peran yang terjadi di MPR. Begitu kawan, cerita tentang saresan yang digelar IMM hari ini. (Ulal)

Reporter : Ulal Asmaul Khusna

Uang Kembalian tidak diberikan, Untuk Sumbangan PMI

Written By Unknown on Sabtu, 15 Juni 2013 | 03.39

kawan, cerita jember dari ibu rumah tangga. Saya ibu rumah tangga yang tinggal di kelurahan Kepatihan, Kaliwates. Waktu itu, saya membeli sebuah kebutuhan dapur rumah tangga saya, di Indomart GOR.
Saya menghabiskan uang belanja Rp 50.200. Saya pun membayarnya dengan sejumlah uang Rp 51.000. Kasir yang melayani saya ternyata tidak mengembalikan sisa uang belanja saja. Setelah saya tanya, dia pun menjawabnya demikian. "Maaf ibu, kami tidak punya uang receh. Gmana apa boleh disumbangkan ke PMI?," katanya.
Saya pun menolaknya. Sebenarnya bukan karena saya enggan menyumbang, tp setidaknya harus dipisah, hak konsumen dengan pilihan konsumen bertindak sosial. Namun karena sang kasir masih mengatakan tidak ada uang receh, saya pun akhirnya mengiklaskan uang kembaliannya itu.
Namun yang menjadi catatan. Apakah uang itu benar akan disumbangkan ke PMI?, sebab, secara transparansi, pembeli yang harus mengiklaskan uang kembaliannya itu, tidak diberikan bukti telah ikut menyumbang dana sosial PMI itu. Lantas, kenapa harus Indomart saja yang memberlakukan demikian?. Semoga ada jawaban dengan keluhan saya ini. Wasalam.. Ibu Ainul

Cerita dari Masyarakat

All Cerita »

News

All News »

iklan

iklan

 
Support : Ensiklopediakku | CeritaJember
Copyright © 2013. Cerita Jember - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by CeritaJember
Proudly powered by Ensiklopediakku